Artikel Kehidupan

Jangan Sedih di Bulan Februari

Selamat awal Februari,

Tanggal muda yang kadang menyenangkan dan lebih sering menyenangkan. Malam telah larut dan aku masih saja bangun dengan kertas bertebaran di kasur.

Aku seperti kekurangan referensi ketika mengingatmu. Lagi-lagi aku hanya ingat kata-kata Kartini bahwa hidup adalah rindu.

Bulan Februari adalah waktunya hari-hari menjadi tak jelas. Di kota ini, hari ini hujan, kemarin panas, kemarinnya lagi hujan. Seperti shift seorang waitress di sebuah kafe, bergantian setiap hari.

Jangan samakan rindu dengan cuaca Februari ini. Cuaca Februari selalu bergantian tak konsisten. Sedang rindu seperti buruh yang dieksploitasi di pabrik-pabrik negara yang belum demokratis. Kau lihat Perancis, shift kerja mereka sedikit dan keuntungan yang menanjak grafiknya. Maka dari itu pergantian shift yang lama belum tentu sebuah keuntungan.

Februari tahun ini diawali dengan hujan. Ia basahi bumi, mengalirkan rinduku dan menguburnya jauh-jauh. Sejauh kau yang sangat ingin ku peluk saat bersedih. Ya, terkadang manusia hanya butuh telinga atau sebuah pelukan.

Kau tahu aku pernah bermimpi tentangmu. Kita berjalan-jalan. Kau yang menentukan jalannya. Kau berjalan kearah mana matamu memandang. Random. Tapi menyenangkan. Tapi tetap saja dalam keadaan sedih.

Ya, itu hanya mimpi.

Kita berjalan di sebuah gang yang belum beraspal. Wajahmu tak ada ekspresi. Tapi tenang ini sebenar-benarnya mimpi yang tiba-tiba dan tak direncanakan. Kau tak tersenyum sampai akhirnya aku terbangun.

Apa ini? Kalau kau tanya begitu aku juga bingung mau menjawab bagaimana. Hujan bulan Februari seperti sikap tak tegas dari sebuah tahun.

Seorang penyair besar pernah menuliskan syairnya tentang hujan bulan Februari

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Februari

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

Hujan bulan Februari adalah cuaca yang tabah. Ia sendirian. Tak setiap hari hujan. Tak setiap hari pula panas.

Tapi aku kira ada yang lebih tabah dari bulan Februari

Setiap matahari Februari bertandang, selalu ada rindu yang kembali

dalam kesedihan yang sebenarnya tak ada.

Maka,

Jangan Sedih di Bulan Februari

sebab sebuah parcel misterius akan menemukanmu,

sebab kesedihan juga hanya peluang untuk melihat kebahagiaan lain,



Jangan sedih di Bulan Februari

01 Februari 2017
A.D

Komentar

Postingan Populer