Kumpulan Puisi
Catatan Diakhir Kisah
cipt. Abang Dhio’
Biarkan tangan lemah ini
Mengusap air mata di pipimu
Ketika tidak ada lagi
Yang mampu menemanimu
Biarkan bahu yang lemah ini
Menyandarkan tubuh mungilmu
Ketika tidak ada lagi
Tempat untuk menyandarkanmu
Mata ini yang akan selalu memahamimu
Bibir ini yang akan selalu menyebut namamu
Kaki ini yang akan menuntunmu
Berlari dari pahitnya cinta
Karena kelemahanmu adalah deritaku
Karena kesedihanmu juga air mataku
Izinkan kugenggam tangan itu
Dan kulukiskan tirai kehidupan
Yang akan kau buka dan lihat
Ada kisah yang lebih indah
Disetiap sela mata berkedip
MerindukanMu
cipt. Abang Dhio’
Bukan kepalsuan yang kumau
Bukan Kesemuan yang kubutuhkan
Hanya sebagai tempat
Yang bisa terima hinanya aku
Kutemukan itu di sisiMu
Terlihat dalam Agung namaMu
Tempat terindah yang hanya MilikMu
Tempat termewah yang hanya di sisiMu
Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang member bahagia dan ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padaNya
Kesemuan pun mustahil bersemayam di altar suciNya
Wahai dzat penggenggam jiwa
Jiwa yang hidup dan mereka yang telah mati
Merindumu dalam segala taubatKu
Berharap diterima di tempat yang hanya milikMu
Pada Selembar Pagi
cipt. Abang Dhio’
Kalau boleh aku meminta pada selembar pagi
Jagalah senyumnya
Agar tetap tersimpul, lirihku
Aku tahu aku bukan orang baik
Hanya seorang penghitung hari
Kalau boleh aku meminta pada selembar pagi
Jagalah mimpinya
Agar tetap berkhayal, kataku
Karena hari ini
Pagi rindu dengan gelapnya
Kalau boleh aku meminta pada selembar pagi
Jangan ada lagi pagi seperti ini
Juga senyum dan mimpi seperti ini
Karena aku hanya meminta
Bukan mengemis
KISAH SANG CILIK
cipt. Abang Dhio'
Dua tahun lamanya dia mencari
Menyusuri setiap waktu yang sisakanNya
Menapaki nafas yang sedang bernegosiasi dengan malaikat maut
Menginjakkan kaki mungilnya pada setapak trotoar kota
Hingga terlelap di atas barisan-barisan koran bekas
Dua tahun silam dia bercerita
Bersama linangan air mata membasahi pipinya
Tentang kisah kelam hidupnya
Yang berhasil digelapkan oleh dunia
Dia bercerita tentang ayah ibunya
Yang telah pergi meninggalkannya
Dia ingin menangis dalam dekapanku
Tapi tak sanggup melangkahkan kaki lemahnya
Ayah ibunya pergi dengan sebaris senyum
Menandakan tak ada kekekalan yang abadi
Kerelaan yang senantiasa dibarengi dengan keikhlasan
Menuju titian sirathal Ilahi
Hanya sebait itu yang membuatnya kuat
Kuat menantang kerasnya dunia
Walau harus terdiam seorang diri
Dalam putaran waktu yang sombong
Ya, si cilik yang mungil itu
Masih terus berjalan di atas bebatuan
Masih tetap mencari entah sampai kapan
Tertidur di atas koran dua tahun silam
Yang masih bercerita tentang kisahnya yang usang
JADIKAN AKU
cipt. Abang Dhio'
Jadikan aku seperti kertas putih
Yang selalu berusaha bersembunyi
Di dalam sampul-sampul kehidupan
Sebelum akhirnya ternodai
Oleh tinta yang menuliskan
Makna derita di balik sebuah cerita
Jadikan aku seperti harmonika
Yang tertiup oleh mulut bisuku
Hanya ingin menyampaikan kisah terindah
Walau hanya dengan alunannya
Hingga sahabat pergi ditelan fatamorgana
Jadikan aku seperti sebatang rokok
Terbakar oleh seonggok api
Menyulut ujung yang tak berdosa
Hingga berakhir pada cawan
Dan tertumpuk sebagai abu yang hina
Masih inginkah aku menjadi yang lainnya?
Membongkar bahkan menghancurkan
Merusak hingga tak tersisa lagi
Yang tersisa hanya nama dan dosa
Kawan
Jika aku masih menginginkan menjadi sesuatu,
Bukan kertas putih
Bukan harmonika
Ataupun sebatang rokok
Jika masih ada kesempatan
Jadikan aku seperti diriku sendiri
Si Kecil dan Airmata
cipt. Abang Dhio'
Si kecil dengan lembaran sajadahnya
Berjalan menyusuri jalan-jalan kecil
Berharap secercah penghambaan
DariNya pemilik segala
Si kecil dengan kopiah hitamnya
Menangis seraya memohon pertolongan
Kepada dzat yang Maha Memberi
Hingga air mata menetes di sajadahNya
Si kecil dengan segala kekurangannya
Tanpa Ayah
Tanpa Ibu
Tanpa mereka yang bisa tersenyum ikhlas
Pada pangkuan Ibu pertiwi
Kini si Kecil masih tetap kecil
Dengan sajadah dan kopiah hitamnya
Dengan air mata dan segala kekurangannya
Berharap masih ada sela untuk dia
Bisa tersenyum ikhlas.


Komentar
Posting Komentar